PeDe8

Keesokannya Genta pun mempersiapkan diri supaya penampilannya berjalan dengan lancar dan maksimal. Hingga akhirnya ketika Genta telah menyelesaikan penampilannya ia pun bergegas pulang untuk berisitirahat. Hari demi hari banyak moment yang telah dilewati disekolah, hingga suatu hari ketika Anisa memberi informasi ke Genta bahwa ada perlombaan Gitar Solo antar SMA ditingkat DKI Jakarta. Mendengar informasi tersebut, bukannya senang atau bergembira justru Genta merasa dirinya tidak mampu mengikuti perlombaan tersebut dikarenakan ia mempunyai sikap malu dihadapan banyak orang apalagi pasti jurinya dari kalangan para tokoh musik terkenal. Melihat respon Genta seperti itu Anisa pun memberi nasihat sekaligus semangat kepada Genta supaya Genta mau mengikuti perlombaan tersebut. Anisa melakukan hal seperti itu karena Anisa mengetahui bakat Genta yang luar biasa tetapi sayangnya Genta adalah seorang yang pemalu, jadi Anisa terus memberikan motivasinya agar Genta mau menunjukan bakatnya yang luar biasa tersebut. Hingga kemudian Anisa memberi tahu kepada teman – temannya supaya mendukung Genta untuk mewakilkan sekolahnya di ajang perlombaan Gitar Solo antar SMA ditingkat DKI Jakarta. Dan setelah melalui proses yang agak rumit akhirnya Anisa berhasil membujuk Genta untuk mengikuti ajang perlombaan Gitar Solo antar SMA ditingkat DKI Jakarta. Sebelum mengikuti ajang perlombaan tersebut masing – masing kelas harus menunjuk salah satu muridnya untuk mengikuti seleksi buat ajang perlombaan Gitar Solo antar SMA ditingkat DKI Jakarta. Dan Genta pun ditunjuk untuk mewakili kelasnya untuk seleksi buat ajang perlombaan tersebut. Ketika nama Genta dipanggil teman – teman kelasnya bersorak gemuruh menyemangati Genta, agar Genta bisa menampilkan penampilan yang maksimal dan lolos seleksi mengikuti ajang perlombaan Gitar Solo antar SMA ditingkat DKI Jakarta. Hingga ketika Genta memetik gitar dengan penuh penghayatan dan harmoni seluruh murid disekolah tersebut ikut terbawa suasana aluanan petikan nada gitar Genta yang begitu sendu. Hingga akhirnya Genta menyelesaikan penampilannya, dan begitu semua sudah menampilkan bakat dan kreativitasnya masing masing, tibalah untuk mengumumkan siapa yang mewakili sekolah tersebut untuk mengikuti ajang perlombaan Gitar Solo antar SMA ditingkat DKI Jakarta. Ketika detik – detik pengumuman, teman – teman kelas Genta termasuk Anisa bersorak nama Genta dengan keras dan benar saja ketika nama Genta diperdengungkan untuk mewakili sekolahnya diajang perlombaan Gitar Solo antar SMA ditingkat DKI Jakarta, teman – teman kelas Genta dan Anisa termasuk seluruh murid sekolah tersebut bersorak ramai atas terpilihnya Genta. Hingga saat bel pulang berbunyi Genta menghampiri Anisa dan seperti biasa untuk mengajak Anisa pulang bareng dengan motornya. Dan ketika ditengah perjalanan pulang, Genta berhenti di cafe untuk mengajak makan Anisa tanpa memberi tahu sebelumnya kepada Anisa. Dan pada moment itu lah Genta menyatakan perasaannya yang selama ini ia pendam kepada Anisa. Anisa pun menerima perasaan Genta terhadapnya, dan pada hari itu mereka berdua mulai menjalin hubungan menjadi sepasang kekasih.

Komentar