PeDe1

PEDE Alkisah ketika seorang remaja yang pemalu ingin melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMA, remaja tersebut bernama Mateo Genta. Dan diwaktu ketika Genta ingin mendaftar sekolah, ia kebingungan untuk memilih sekolah yang tepat untuk ia belajar, sebab ditempat sekolah sebelumnya ia belajar, ia mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan pola pikirnya sehingga ia bisa menunjukan kreatifitas dan bakatnya. Hingga saat ketika Genta ingat ada sekolah yang dekat dengan rumahnya ia mencoba untuk mendaftar ke sekolah tersebut, dimana terdapat dua sekolah yang berdekatan. Kemudian Genta mencari informasi tentang kedua sekolah tersebut, ketika Genta telah mendapatkan informasi tentang kedua sekolah tersebut, dimana prestasi dari kedua sekolah tersebut tidak jauh berbeda sama - sama sekolah yang mempunya visi dan misi yang berintregritas, tetapi bagi Genta ada sesuatu hal yang berbeda dari salah satu sekolah tersebut yaitu dari suasana dan kesan pertama dari sekolah tersebut, dimana pada salah satu sekolah tersebut ada sesuatu hal yang menarik bagi dirinya, yaitu dimana ia merasakan akan adanya panggilan yang akan membuat dirinya berprestasi di sekolah tersebut, hingga akhirnya ia memutuskan untuk memilih sekolah yang membuat dirinya begitu tertarik untuk belajar di sekolah tersebut. Dan dihari ketika masa pengenalan lingkungan sekolah, Genta dengan sifat pemalunya tidak berani untuk berbicara dengan teman sebarisnya sehingga ia diacuhkan begitu saja. Hingga ketika disesi permainan dimulai, pada waktu kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, Genta mendapatkan kelompok yang beranggotakan 6 orang, dimana pembagian kelompok tersebut dilakukan oleh kakak Osis yang membimbing kelompok PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah) ,dan diantara 6 orang tersebut terdapat 4 wanita dan 2 laki – laki. Dan diwaktu ketika pemilihan ketua kelompok, teman seperkelompok Genta memilih Genta sebagai ketua kelompok mereka, (walaupun belum terlalu kenal satu sama lain, teman seperkelompok Genta secara spontan memilih Genta sebagai ketua dari kelompok mereka). Melihat respon teman seperkelompoknya memilih dirinya sebagai ketua dari kelompok mereka, Genta langsung salah tingkah maklum ia terlalu malu untuk dijadikan sebagai ketua kelompok. Hingga kemudian ditunjuklah Genta sebagai ketua kelompok yang beranggotakan 6 orang dan Genta menamakan kelompoknya secara spontan dengan nama “JIROLU’ yang artinya satu dua tiga. Kemudian para anggota kelompok Jirolu berkenalan dengan Genta, diwaktu perkenalan, Genta memperhatikan sikap dari teman – teman kelompoknya, ada yang kalem, petakilan,cerewet,tengil,hingga anak yang super receh. “Rafif Hafizh, salam kenal bre.” Ucap Hafizh si anak yang tengil. Kemudian “Deska, salam kenal yaa hihi.” Ucap Deska si anak yang petakilan. Lalu “Ekaaa, salam kenal yaaaaa!.” Ucap Eka si anak cerewet. Kemudian “ikan ikan apa yang bisa terbang?” Tanya si anak super receh tanpa memberi tahu namanya. Lalu Genta menjawab “Ikan Indosiar!” Ucap Genta dengan pedenya. Kemudian si anak super receh tersebut tertawa ngakak seperti tidak punya dosa, hingga membuat teman – teman kelompoknya kebingungan sambil tertawa. Lalu si anak super receh tersebut memberi tahu jawabanya yang menurutnya benar, “Salah jawabannya paktile!, yang benar Ikan Lelelawar!” Ucap si anak super receh tersebut, kemudian si anak super receh tersebut kembali tertawa dengan begitu bahagianya seperti anak kecil. Tiba – tiba Eka si anak cerewet berbicara dengan nada marah “Woyy lu ngapa sih gadanta banget ketawa mulu kaya nunung!, nama lu siapa belom kenalin nama juga lu, udah ngelawak gadanta, mana lawakanya receh lagi!” Ucap Eka si anak cerewet. Lalu si anak super receh menjawab pertanyaan si Eka anak yang cerewet. “Oh iyaa lupa gua... kenalin nama guaa One Two Tri, salam kenal brother – brother!” Ucap Tri dengan tingkah konyolnya Kemudian si Deska nyeletuk “Tri apa? Nama lu Tri doang?” Ucap Deska si anak petakilan. Lalu si Tri menjawab “Ada

Komentar